Politik Hukum Perburuhan di Indonesia

Oleh Restaria F Hutabarat, SH 1. Pendahuluan Kebijakan perburuhan terbukti tidak pernah muncul tiba-tiba. Ia (baca:  kebijakan) senantiasa dilatarbelakangi oleh kepentingan tertentu yang disusupkan dalam grand strategy kebijakan nasional (selective mirror thesis: hukum mencerminkan kepentingan pihak tertentu). Trauma tiga paket kebijakan perburuhan ( UU No 21 Tahun 2000, UU No 13 Tahun 2003 dan UU…

Buruh Tidak untuk Dijual

(Kritik terhadap Kebijakan Perburuhan di Indonesia)[1] Memperingati hari buruh internasional, May Day 2011, buruh Indonesia menghadapi situasi tanpa proteksi dari negara. Sebelum terjadinya krisis ekonomi, pada tahun 1996, dalam sebuah evaluasi mengenai hukum perburuhan Indonesia, Bank Dunia menyatakan bahwa “the [Indonesian] workers are overly protected“, dan bahwa “the government should stay out of industrial dispute“.[2]…

Ahmadiyah Disayang, Ahmadiyah Ditendang

Tahun 1907, seorang wanita dari kalangan elite Jerman, Carolyn, masuk Islam. Putri keluarga turunan bangsawan Prusia ini tertarik Islam setelah membaca buku-buku agama Islam yang bagus dan berstandar Eropa. Masuk Islamnya Carolyn sangat menggemparkan orang Jerman saat itu. Maklumlah, awal abad ke- 20, wajah Islam di Eropa masih terlihat prengus dan kotor. Propaganda politik dan…

NEGARA BEBAS SATPOL PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan ancaman yang sangat serius terhadap kehidupan bernegara dan pemenuhan Hak Asasi Manusia warga negara. Hal tersebut karena banyaknya kasus kekerasan, pemerasan, pelecehan seksual, tidak jelasnya rekrutmen, menghabiskan anggaran yang sangat besar, materi pendidikan jelas dan militeristik, serta berbagai permasalahan pelanggaran Hak Asasi Manusia telah melekat dan tidak bisa…

Pasca BHS: Bantuan Hukum Post-struktural

“Apa yang kurang dari tuan-tuan ini adalah dialektika. Mereka hanya melihat sebab di sini, akibat di sana. Ini adalah suatu abstraksi kosong; kutub-kutub yang saling bertentangan ini terdapat dalam dunia nyata hanya dalam masa krisis, sementara proses besar seluruhnya berlangsung dalam bentuk interaksi – melalui kekuatan-kekuatan yang tidak setara…”[1] Kata-kata diatas adalah ucapan Friedrich Engels…