KERJASAMA DENGAN FPI, FOKE MENDUKUNG KEKERASAN

Senin, 09 Agustus 2010 17:19 administrator
Cetak PDF

No. 491/SK/LBH/VIII/2010

Menyikapi Rencana yang akan dilakukan Oleh Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta untuk mengajak organisasi massa (ormas) Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan pengamanan. Pengamanan yang dimaksud untuk menjaga kebijakan pemerintah provinsi selama bulan Ramadan, yang disampaikan kepada Media Massa di Balai Kota, Rabu 04 Agustus 2010. Dalam Hal ini Fauzi Bowo beralasan kerjasama ini dilatari pendapat yang sama antara FPI dengan Pemerintah Provinsi DKI dalam kebijakan selama bulan ramadan. Dalam pelaksanaannya nanti, FPI akan bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun Foke tidak menyebutkan, bentuk kerjasama yang akan dilakukan kedua pihak itu. Bahkan Foke sangat jelas menegaskan bahwa "Kita punya tim yang akan bergerak untuk melakukan pengendalian dan pengawasan (Satpol PP). Tim itu memang tim gabungan, jadi tidak tertutup kemungkinan misalnya FPI bisa bergabung di situ," ucapnya.

Dalam berbagai Laporan dari lembaga-lembaga FPI adalah ormas yang identik kebrutalan dan kekerasan. Dan demikian pula Wajah FPI yang paling sering diperlihatkan dalam media massa. Hampir setiap aksi-aksi FPI dilakukan dengan menggunakan kekerasan.

Masih jelas diingatan kita aksi-aksi brutal FPI selama ini ketika berupaya menutup klub malam dan tempat-tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat, melakukan ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu, menghancurkan warung-warung dan café-cafe, dan juga penyerangan kelompok atau organisasi lain, masyarakat banyak protes terhadap ketidak tegasan aparat terhadap tindakan-tindakan tersebut, walau ada beberapa kasus yang kemudian ditangkap pelakunya dan divonis bersalah oleh Pengadilan.

Data yang dikumpulkan oleh LBH Jakarta, FPI telah terlibat puluhan kali dalam kasus kekerasan dan tindakan brutal lainnya. Dan semakin meningkat dan tidak terkendali ketika menghadapi Bulan Ramadhan disetiap tahunnya. (terlampir)

Namun sungguh aneh tapi nyata, Pemerintah DKI justru akan manggandeng Front Pembela Islam (FPI) untuk membantu Satpol PP dalam rangka pengamanan Kota Jakarta selama bulan Ramadhan. Sebuah Ironi!!!, Berharap Negara mengamankan pelaksanaan bulan ramadhan warga DKI Jakarta, Gubernur justru mengancam keselamatan warganya sendiri. Menggandeng FPI adalah kesalahan. Menggandeng FPI sama saja dengan mengancam keamanan DKI Jakarta dengan aksi-aksi kekerasan yang dilegalkan. Foke menyerahkan kekerasan yang hanya boleh dilakukan Oleh Negara dengan Aturan yang sangat ketat kepada Kelompok-kelompok yang memang sudah diketahui sepak terjangnya yang brutal:

Maka terkait rencana ini LBH Jakarta menyampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. LBH Jakarta mengecam tindakan FOKE yang seolah-olah menutup mata dengan track record FPI yang sering kali hadir sebagai pelaku kekerasan baik dalam kapasitas mereka sebagai pribadi/oknum maupun organisasi;

2. Dengan menggandeng FPI, FOKE telah memilih bersekutu dan mendukung kekerasan dan ini kontras dengan sikap FOKE terhadap masyarakat sipil yang selama ini cenderung tutup kuping dan sulit untuk menerima kritik dan masukan;

3. Bahwa untuk menegakkan Peraturan Daerah selama Ramadhan, PEMDA tidak boleh tunduk pada tekanan pihak manapun. Dan sebagai Penegak Hukum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menjaga independensi dan menjunjung tinggi hukum. Intervensi FPI akan membuat penegakkan hukum Peraturan Daerah cenderung bias dan sewenang-wenang karena aparat tunduk bukan pada prosedur hukum melainkan pada tekanan;

Cp. Nurkholis Hidayat (Direktur) : 0858 8369 9373 

Comments (1)Add Comment
0
...
written by Anin, Agustus 18, 2011
Orang yang katakan Islamis tidak nasionalis tidak pernah belajar sejarah

Write comment

busy
Terakhir Diperbaharui pada Senin, 09 Agustus 2010 17:22